oleh

Thomas – Adhan Jadi Bintang

-Gorontalo, Politik-477 Pengunjung

RGOL.ID, Gorontalo – Thomas Mopili dan Adhan Dambea, menjadi bintang di pelantikan keanggotaan Deprov Gorontalo yang baru periode 2019-2024, Senin (9/9) kemarin.

Mengapa? Setelah keduanya dengan senada, saling mendukung pernyataan di Gladi Bersih Sabtu (7/9) kemarin, agar penempatan kursi sebaiknya diundi, atau diberikan keleluasaan untuk memilih tempat bagi anggota Deprov masing-masing.

Maka, giliran pada prosesi resmi setelah keduanya bersama 43 keanggotaan Deprov baru lainnya dilantik, keduanya pun kembali bersahut-sahutan.

Namun kali ini berbeda, dan terkait soal skema Kerjasama Pemerintah Daerah dan Badan Usaha (KPDBU) pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Hasri Ainun Habibie. Tak heran, disaat Adhan dan Thomas kembali angkat bicara, riuh suara pun berkumandang dari penonton, “So Ada Dorang!”.

Dimana, dalam interupsi awal yang dilayangkan oleh Adhan, terkait dirinya akan melakukan penyerahan surat secara resmi untuk kali keduanya, yang diduga oleh Thomas menyangkut KPDBU Ainun itu. Thomas langsung menanggapinya, bahwa tudingan Adhan bahwa KPDBU Ainun itu, hanya proyek ambisius dari Gubernur Rusli Habibie.

“Tetapi, pada kenyataannya, setelah saya membuka-buka kamus, menjelaskan, bahwa ternyata kata Ambisius itu berarti positif. Yang artinya, karena ambisi pak Gubernur adalah untuk kepentingan rakyat banyak,” jelas Thomas.

“Olehnya, saya berharap pihak-pihak yang berkompeten, seperti TP4D dari Kejaksaan, untuk turut andil dalam mendukung skema KPDBU Ainun ini,” imbuh Thomas lagi.

Sebelumnya, di awal pernyataan Adhan di interupsi-nya, tidak menjelaskan secara detail tentang maksud dari surat yang diberikannya langsung kepada pimpinan Deprov sementara, Paris RA Jusuf. Apakah tentang KPDBU Ainun atau ada aspirasi lain. “Saya hanya menyerahkan surat ini, karena surat saya di periode Deprov sebelumnya, sampai detik ini (kemarin, red), tidak ditanggapi.

Sedangkan surat saya saja, tidak ditanggapi, apalagi surat (aspirasi) dari masyarakat,” ungkap Adhan, tanpa menyebutkan substansi surat yang dimaksudkan. Alhasil, menyikapi permasalahan terkait KPDBU Ainun ini, Gubernur Rusli yang diberikan kesempatan oleh Pimpinan Sementara DPRD, Paris RA Jusuf, untuk memberikan klarifikasinya, menjelaskan bahwa rencana skema KPDBU Ainun ini, tidak lain terlahir, guna menyikapi salah satu program unggulan di pemerintahannya, yang sudah dua periode bergulir.

Yakni, pada sektor pelayanan kesehatan, dengan lebih mengoptimalkan ketersediaan sarana prasarana yang memadai, seperti di RSUD Ainun itu. “Jadi, saya tegaskan, ini bukan proyek, tapi program,” terang Rusli Habibie.
JAS ABU-ABU

Lebih lanjut, Rusli menambahkan dirinya turut memberi apresiasi kehadiran Adhan Dambea di deretan keanggotaan Deprov Gorontalo yang baru periode 2019-2024, akan lebih memberi warna dan dinamika yang lebih baik, akan perjalanan demokrasi dan pengawasan roda pembangunan di provinsi ke 32 di Indonesia ini.

“Saya dan pak Adhan, memang sering berseteru satu sama lain.Tapi, coba anda lihat disekeliling (di aula sidang utama Deprov). Hanya saya dan pak Adhan, yang menggunakan jas abu-abu.” ungkap Rusli. “Ini bukan karena kami telah janjian sebelumnya.

Tetapi sebagai isyarat, bahwa meski kami sering berbeda pandangan, namun kami ‘Benci Tapi Rindu’,” tutup Rusli, disambut aplous tepuk tangan para hadirin di rapat paripurna istimewa Deprov Gorontalo itu. (ay1)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.