oleh

Tidak Ada Arsenik, Walikota Masih Menggunakan PDAM

RadarGorontalo.com – Walikota Gorontalo Marten Taha tak terpengaruh dengan isu Arsenik yang mencemari air PDAM Kota Gorontalo. “Saya tetap mandi dan sikat gigi pakai air PDAM, bahkan minum air PDAM,” kata Walikota Jumat (01/07) malam. Marten Taha juga mengatakan, dia percaya dengan hasil uji laboratorium Dinas Kesehatan Gorontalo, Kementrian Kesehatan dan dari WLN. “Alhamdulillah, saya tidak mati gara-gara minum air PDAM,” timpalnya lagi.

Soal Balai POM, Walikota mengatakan, pihaknya sudah menanyakan kepada pihak Balai POM, soal hasil uji laboratorium yang mereka lakukan. Mestinya PDAM harus koordinasi dengan pihak Kota kalau merilis hasil uji laboratorium yang mereka lakukan supaya tidak menimbulkan keresahan di masyarakat. “Kalian harus minta hasil uji laboratorium Balai POM dan bandingkan dengan hasil survey yang dimiliki PDAM,” demikan petunjuk Walikota pada Direktur PDAM.

Sementara itu, seperti diketahui, kemarin Wakil Walikota dr. Budi Doku berkunjung ke Balai POM Gorontalo. Dari sana diperoleh informasi kalau air PDAM Kota Gorontalo mengandung racun Arsenik. Menurut Wawali, racun ini bisa berasal dari tambang, bisa juga berasal dari pipa yang sudah berkarat dan bisa juga berasal dari tanah. Kontan saja berita ini jadi ramai. Betapa tidak, racun tersebut sama dengan jenis racun membunuh aktivis Munir.

Walikota Gorontalo Marten Taha langsung mengundang Direktur PDAM dan stafnya untuk mempertanyakan kabar tersebut. Kepada Walikota, pihak PDAM menyerahkan semua hasil uji laboratorium, baik WLM (Woter Laboratarium Nusantara) dan dari Bandung, serta hasil uji laboratorium Dinas Kesehatan Kota Gorontalo, bahkan dari Kementrian Kesehatan. Dari semua hasi uji laboratorium yang ada, tak satupun yang menyebutkan soal racun Arsenik.

Memang ada Arsenik yang diperiksa, tetapi kandungannya hanya nol persen, itu artinya tak ada. Pihak PDAM juga mengatakan, kalau memang ada uji laboratorium yang dilakukan pihak Balai POM, maka mereka harus mengajak pihak PDAM, untuk ikut menyaksikan sampel air dan harus harus segel. Bahkan kalau mau ambil air dari kran, maka krannya harus dibakar agar steril, dan air yang akan diperiksa tak boleh mengendap.

Sementara itu, Kepala Balai POM Sukri Darma yang dihubungi tadi malam mengatakan, Jumat (01/07) siang Wawali bertandang ke Balai POM. Mereka berbincang – bincang soal makanan dan obat. Tetapi kalau soal Arsenik, Kepala Balai POM mengatakan, dia sudah membaca komentar Wawali di FB. “Sebenarnya tidak seperti itu, nanti besok (sabtu 02/07) saya akan beri klarifikasi lewat jumpa pers. Saya akan jelaskan pada wartawan,” katanya.

Kepala Seksi Produksi PDAM, Yusran menegaskan, kalau kandungan Arsenik di air PDAM dibawah standar mutu Kementrian Kesehatan. Kalau permenkes standar baku mutu Arsenik harus 0.05. Sementara hasil air PDAM malah lebih dibawah hanya 000,5 jauh lebih kecil. “Itu artinya air kita steril, saya ditelpon oleh beberapa orang dan saya bilang minta hasil lab dari Balai POM, berapa kandungannya, karena dalam air ada 27 zat, termasuk Arsenik, nah yang harus dilihat angkanya,” katanya. (rg-51)


Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Komentar