oleh

Tidak ada Pengangguran, Jika Punya Kompetensi

WALIKOTA Marten Taha saat berpose dengan para pencari kerja
WALIKOTA Marten Taha saat berpose dengan para pencari kerja

GORONTALO (RADAR) – Pengangguran yang timbul akibat tidak tersedianya lapangan pekerjaan, turut menjadi permasalahan yang terus di bahas oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo. Utamanya bagi merkea para pencari kerja usia produktif. Walikota Marten Taha sebagai mentornya masyarakat kota, tidak mau ini terjadi pada masanya. Sehingga pada Senin (25/4) kemarin, dirinya meresmikan pelatihan berbasis kompetensi bagi pencari kerja untuk 6 keahlian, di LLK-UKM. Diantaranya perbengkelan, instalasi penerangan listrik, menjahit, mengemudi, otomotif, dan pembuatan industri-industri kecil. “Ini adalah konsistensi kami dalam memberikan perhatian kepada masyarakat pencari kerja. Artinya, kita berupaya semaksimal mungkin untuk menekan angka pengangguran,” jelas Marten.

Menurut Marten, jika di suatu daerah tidak ada pelatihan bagi masyarakat pencari kerja, maka persoalan ini akan menggiring para pencari kerja menjadi pelaku-pelaku kriminalitas. Pada akhir tahun kemarin saja, kata Marten, secara nyata terlihat banyak tenaga-tenaga pencari kerja berebut mendaftar pada pelaksanaan job fair. “Ternyata banyak juga yang masih nganggur di Kota Gorontalo,” katanya. Namun ternyata setelah dilakukan evaluasi, para pencari kerja ini menganggur karena tidak memiliki keterampilan. Persoalan inilah yang paling penting dalam memangkas masalah pengangguran. Artinya, jika masyarakat punya kompetensi dalam meaksanakan tugas pekerjaannya, maka perusahaan-perusahaan pasti akan berebut menerimanya. “Bagaimana mungkin seorang montir tapi menjadi kasir di bank. Makanya dibuatlah pelatihan keahlian sesuai bidangnya di LLK ini,” sentil Marten.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Sosnaker), Ben Idrus juga mengatakan, posisi tenaga pencari kerja di 2016 ini untuk Kota Gorontalo, ada sebanyak 7.260 pencari kerja. Jumlah ini akan dimanfaatkan sebagai data base Disnaker, yang digunakan untuk rencana pelatihan para pencari kerja. “Tahun ini ada 6 keahlian yang baru saja dibuka Walikota. Mereka semua berjumlah 90 orang. Masih ada 25 paket lagi yang akan mengintervensi semua pencari kerja dengan berbagai macam bimbingan teknis kedepan,” terang Ben Idrus.
LLK bagi Marten diibaratkan sebagai pabrik yang outputnya manusia. Yakni keluaran para tenaga-tenaga kerja yang terampil. Maka dengan konsistensi seperti, kiranya masalah pengangguran di Kota Gorontalo bisa diatasi. Paling tidak bisa dikurangi dari angka yang ada sekarang. (rg-63)


Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Komentar