Tiket Partai Tak ‘Gratis’

Indra Yasin – Thomas Mopili & Lola Yunus – Yunus Nusi

RadarGorontalo.com – Perebutan tiket Golkar ke Pilkada memang sangat sengit. Penundaan penetapan calon di level DPP Golkar, tak sekedar persoalan administrasi, tapi ada yang lebih besar. Seperti di Gorontalo Utara, konon penundaan karena DPP masih bingung mengusung siapa? Apakah Indra Yasin selaku petahana atau Thomas Mopili ketua DPD II. Sedangkan di Kota Gorontalo, pertarungan hanya ada di level calon wakil saja. Belakangan, sudah mengerucut ke dua nama, yakni Lola Yunus dan Yunus Nusi, dan dukungan DPP PAN menjadi penentu, selain Golkar.

Mulai dari Gorontalo Utara. Informasi yang diperoleh dari sejumlah sumber resmi menyebutkan, sepertinya DPP berat mengambil keputusan menentukan satu dari kedua figur yakni Indra Yasin dan Thomas Mopili, apalagi keduanya adalah kader Golkar. Bahkan, disebut-sebut alasan penundaan dengan meminta agar dilakukan survey dulu, supaya DPP lebih punya waktu untuk menimbang-nimbang sebelum buat putusan. Sehingga, apapun putusan nanti, tidak ada pihak yang disakiti.

Saat ini, tinggal bagaimana baik Indra maupun Thomas, memanfaatkan jaringan yang mereka miliki untuk melakukan lobi-lobi di DPP, DPD I, DPD II, bahkan ke level paling bawah sekalipun. Dan untuk memuluskan lobi-lobi seperti ini, tak cukup hanya dengan modal jaringan pertemanan.

Untuk Kota Gorontalo sendiri menurut sumber yang tadi, kalau di tingkat calon walikota, semua orang tahu, sudah pasti Marten Taha. Tapi kenapa masih ditunda? Alasan konsolidasi yang diungkap DPP, rasanya terlalu kecil. Tapi sumber tersebut memilih membahas, pertarungan sengit memperebutkan tiket di calon wakil walikota. Dari sekian banyak figur, ada dua nama yang menonjol. Yakni Lola Yunus dari PAN dan Yunus Nusi pengusaha Kaltim yang juga kader beringin. Bedanya, penentunya ada di PAN, selaku calon partai koalisi. Siapapun yang mendapatkan restu dari PAN, pasti akan melenggang dengan tiket dari Golkar. Koalisi dibutuhkan karena, masing-masing partai tak bisa usung calon sendiri-sendiri.

Nah, untuk mendapatkan restu PAN tak cukup dengan lobi atau pertemanan, tapi juga butuh keberanian untuk membangun komitmen membesarkan partai, baik dengan DPP ataupun DPD. Penundaan pleno terhadap Marten dan Thomas, membuat persaingain makin sengit. Setiap figur, khususnya mereka yang punya kans kuat, memiliki kesempatan untuk kembali berjuang, mendapatkan restu beringin baik di Pilwako maupun Pilkada Gorut. (rg-50) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.