oleh

Tokoh Adat Gorontalo Dukung Pembelajaran Kearifan Lokal di Polda Gorontalo

RGOL.ID, GORONTALO – Program kerjasama Polda Gorontalo dengan Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terkait kurikulum pembelajaran local wisdom atau kearifan lokal Gorontalo yang nantinya akan diberikan kepada personel Polri yang baru lulus, baik lulusan Akpol, Sespimmen dan juga siswa SPN yang sedang melaksanakan pendidikan di SPN, mendapat dukungan dari tokoh adat sekaligus budayawan Gorontalo, Ir. Alim Niode.

Mantan Sekretaris Jenderal Dewan Adat itu mengatakan, program kerjasama seperti ini sudah pernah dirintis oleh dewan adat pada zaman Kapolda Budi Waseso.

Bahkan jauh sebelum Kapolda Budi Waseso, dewan adat sudah banyak berkontribusi untuk penggunaan simbol-simbol adat dalam tanda kesatuan termasuk penggunaan simbol adat pada Bendera Pataka Polda Gorontalo yaitu Moodelo Ayuwa.

Dan pada zaman Kapolda Rachmat Fudail dan ketika SPN sudah ada, sempat dibuat rancangan pembelajaran dengan memasukkan kearifan lokal untuk bisa disampaikan dalam mata pelajaran di SPN Polda Gorontalo.

“namun rancangan itu belum jalan dan alhamdulillah pak Kapolda sekarang kembali merancang pembelajaran kearifan lokal dan ini harus didukung penuh,” ungkapnya.

Kenapa pembelajaran kearifan lokal penting di Polda Gorontalo? agar keberadaan simbol-simbol adat ini tidak hanya sebatas formalitas, sehingga perlu ada penguatan pemahaman kepada personil untuk memahami arti dari simbol-simbol adat dan kearifan lokal lainnya, sehingga bisa diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

“pertama saya bersyukur akhirnya Polda Gorontalo mengambil sikap bahwa kearifan lokal itu penting, dan kedua, UNG sebagai lembaga bisa menyusun lebih detail, seperti apa materi atau bahan ajar pada pembelajaran kearifan lokal nanti,” ungkapnya.

Terakhir, Alim Niode berharap sistem pembelajaran kearifan lokal, khususnya terkait materi nilai-nilai adat dan implementasinya di lapangan, maka sangat penting harus benar-benar disusun sebaik-baiknya dan melibatkan orang-orang atau tokoh yang kompeten dan memang sangat paham dengan local wisdom atau adat itu sendiri.

“saya sarankan penting untuk mengajak dewan adat yang benar-benar paham dan bisa mensinergikan tentang materi kearifan lokal secara komprehensif dengan nilai-nilai Tribrata atau nilai-nilai kepolisian.

“jika kearifan lokal dikolaborasikan dengan nilai Tribrata, maka akan melahirkan personil-personil yang benar-benar menjadi teladan atau publik figur dalam melindungi dan mengayomi masyarakat menuju Polri yang presisi,” tutur Ir. Alim Niode. (awl)


Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Komentar