RGOL.ID GORONTALO – Tahun 2024 nampaknya akan menjadi tahun sejarah bagi puncak kebangkitan Wainita di Gorontalo di panggung Politik.

Selama ini kiprah wanita Gorontalo sudah sangat bagus, apakah itu di birokrasi maupun di bidang lainnya bahkan di Politik sudah ada perempuan yang jadi Ketua DPRD dan juga Wakil Bupati.

Namun untuk jabatan Kepala Daerah nampaknya masih terkendala soal adat, setidaknya masih ada orang yang mengatakan kalau sesuai adat, kaum perempuan tidak bisa jadi Bupati Walikota dan Gubernur.

Tetapi pendukung Merlan minta terus maju untuk membuaf sejarah.

Tapi Merlan Uloli menganggap kalau itu hanya digunakan sebagai senjata oleh pihak pihak tertentu untuk membatasi langkah kaum perempuan.

Lagi pula sejumlah tokoh di Bonbol, mengatakwn tak ada larangan untul perempuan menjadi Bupati.

Kata Suleman Adadu mengatakan, sejarah mencatat kalau Gorontalo pernah punya Raja Perempuan, demikian pulan dalam sejarah Islam,

Ketua NU Bonbol itu kengatakan, Bonbol memang daerah adat, tetapi bukan berarti perempuan tidak dibolehkan menjadi Bupati.

Sebab ketika prisesi adat berlangsung. wanita ditempatkan pada tempat khusus wanita yang ada batas batasan adat yang diperlalukan pada kaum perempuan.

Suleman kemudian mengatakan ada 4 keunggulan perempuan, pertama adalah memiliki kemampuan mengambil keputusan berani, kedua adalah kemampuan yang dimiliki perempuan dalam pemecahkan berbagai masalah.

Ketiga, perempuan lebih tegas dan presuasif dan keempat, peremuan dapat berkolaborasi dengan baik.

Sementara Ketua Muhammadiyah Bonbol, Dr Rusli Katili yang dihubungi terpisah, tidak banyak berkomentar, dia hanya mengatakan di Muhammadiyah ada Fatwa yang membolehkan perempuan untuk menjadi pemimpin berdasarkan dalil dalil Alquran dan Alhadist,anda bisa baca buku yang judulnya
Abdul Mar’ ah fil Islam,”katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.