GORONTALO (RGOL.ID) – Dalam survey, Tonny Uloli boleh kalah, karena dia memang bukan Cagub yang mengandalkan survey, masalahnya Tonny tak punya banyak kesempatan untuk melakukan sosialisasi.

Tetapi pengusaha tambang ini punya solusinya, bukan saja untuk mendapatkan hasil survey yang bagus, melainkan untuk memenangkan pertarungan.

Sekali dayung dua tiga pulau terlampaui, artinya satu kali jalan dan itu tak perlu buang waktu lama, apalagi Gorontalo tak begitu luas.

“Kita kerja habis-habisan di masa kampanye saja, saya kira itu lebih efektif,” katanya. Tetapi kata Tonny lagi, dia harus mendapatkan pendamping yang kuat dan partai yang ngotot untuk menang.

Memang sebagai kader Golkar, apalagi sekarang ini dia masuk di Bappilu DPP Golkar yang dipimpin Zainudin Amali, maka dia sangat berharap bisa mendapatkan rekomendasi Golkar.

Disamping itu, dia juga akan berusaha mendapatkan PDIP, Demokrat dan PKS. “ini kalau terjadi koalisi, sangat kuat itu,” katanya.

Dari bincang-bincang dengan mantan Wagub Gorontalo itu, bisa disimpulkan kalau Tonny punya cara mensiasati kelemahannya di tingkat survey untuk meraih kemenangan.

Yang penting hasilnya, untuk apa unggul di survey tetapi pada akhirnya tak bisa memenangkan pertarungan. Menurut Tonny, jika pertarungan dimenej dengan baik, maka hasilnya akan baik pula dan dia sudah punya pengalaman kalah, dan dari kekalahan inilah dia tahu bagaimana menenangkan pertarungan.

Seperti diketahui sejak 10 tahun lalu Tonny sudah bertekad menebus kekalahannya di Pilgub 10 tahun silam, karena itu semangat  pengabdiannya membangun Gorontalo terus membara dan ini tak ada kata mundur.

Ada beberapa nama yang diincarnya, yakni Marten Taha, Nelson Pomalingo, dan Abdullah Gobel. Tetapi kata Tonny, dengan siapa dia akan berpasangan, semuanya akan ditentukan oleh jodoh. (LaAwal-46)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.