oleh

TPID Bahas Ketersediaan Pangan

-Ekonomi, Gorontalo-224 Pengunjung

RGOL.ID, GORONTALO – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) mengikuti High Level Meeting (HLM), di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo, Kamis (16/4) kemarin.

Pada rapat itu, TPID membahas pemantauan kesiapan tim teknis TPID untuk mempersiapkan jumlah pasokan dan pengendalian harga pangan utama menjelang perayaan Bulan Suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1441 H di tengah pandemi COVID-19.

Rapat dipimpin langsung Wakil Gubernur Gorontalo, Idris Rahim bersama Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo, Budi Widihartanto, Kepala BPS Provinsi Gorontalo, Herum Fajarwati, serta dihadiri pimpinan OPD dan instansi terkait lainnya.

Kegiatan HLM TPID dilaksanakan dengan mempertimbangkan seluruh protokol kesehatan nasional seperti physical distancing, penggunaan masker seluruh peserta rapat, dan pengecekan suhu tubuh.

Rapat diawali dengan rilis inflasi periode Maret 2020 yang masih relatif terjaga seiring dengan capaian deflasi sebesar -0,13% (mtm).

Capaian deflasi pada Maret 2020 mendorong capaian inflasi tahun kalender Gorontalo tetap rendah sebesar 0,22% (ytd).

Persiapan tim teknis TPID Gorontalo memang penting, karena secara historis, tekanan inflasi Gorontalo pada periode Ramadhan dan Idul Fitri selalu meningkat dalam 5 tahun terakhir dengan rata-rata inflasi mencapai 0,85% (mtm) yang didorong peningkatan inflasi komoditas tomat, sayur, ikan selar/tude dan ikan layang/benggol dengan andil inflasi secara rata-rata masing sebesar 0,16%, 0,12% dan 0,11%.

Selain itu, persiapan tim teknis TPID Gorontalo dalam mengupayakan ketersediaan pasokan bahan pangan utama untuk menjaga tingkat inflasi pada periode Ramadhan dan Idul Fitri 1441 H menghadapi tantangan berat, seiring dengan pandemi COVID-19 yang berpotensi menahan alur distribusi barang antar daerah.

Berdasarkan pantauan, harga dari Survei Pemantauan Harga (SPH) Bank Indonesia hingga awal April 2020, beberapa komoditas pangan seperti gula pasir, cabai rawit, bawang putih dan ikan ekor kuning terpantau mengalami peningkatan harga.

Namun demikian, berdasarkan data pasokan dari Dinas Pangan, Dinas Kumperindag dan Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo, ketersediaan stok beberapa komoditas pangan utama seperti beras, gula pasir, cabai rawit, bawang merah dan bawang putih menjelang Bulan Suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1441 H masih mencukupi kebutuhan konsumsi seluruh masyarakat Gorontalo. Stok beras Gorontalo saat ini mencapai 23 ribu ton, gula pasir sebesar 5 ribu ton, cabai rawit sebesar 2 ribu ton, bawang merah sebesar 121 ton dan bawang putih sebesar 52 ton.

Kepastian kecukupan pasokan bahan pangan utama tersebut berpotensi dapat menahan laju inflasi Gorontalo pada periode Ramadhan dan Idul Fitri tetap rendah.

Wakil Gubernur, Idris Rahim berharap seluruh tim teknis TPID Provinsi maupun Kab/Kota untuk memperhatikan pesan Presiden Republik Indonesia sehubungan dengan COVID-19, yakni dapat memastikan pasokan bahan pangan pokok masyarakat dapat terpenuhi, sejalan dengan semangat untuk menjaga stok pangan dan menghindari krisis pangan.

Selain itu, Idris fokus pada 3 sektor yang rentan terdampak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karyawan, yakni sektor perhotelan, restoran dan pariwisata.

Siapkan stimulus-stimulus yang dapat diberikan masing-masing pihak, baik Dinas maupun intansi lainnya yang dapat mencegah terjadinya PHK di Gorontalo.

Terkait dengan potensi penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), maka TPID Provinsi maupun Kab/Kota harus dapat memastikan pasokan bahan pangan pokok Gorontalo dapat terpenuhi, diiringi dengan pemerataan distribusi pasokan hingga ke wilayah terpencil.

“himbau masyarakat untuk menghindari panic buying, dan terus berinovasi dalam menghadapi covid-19, seperti program Pemkot Gorontalo yakni Patali Online Shopping yang tetap dapat memasarkan kebutuhan bahan pokok kepada masyarakat di tengah aktivitas work from home,” kata Wagub.

Dari rapat itu, ada beberapa rekomendasi dalam menjaga inflasi Gorontalo tetap terjaga pada Bulan Suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1441 H, serta sejalan dengan Roadmap Pengendalian Inflasi Gorontalo yakni 4K atau Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, Keterjangkauan Harga dan Komunikasi Efektif.

Rekomendasi itu yakni pertama, strategi ketersediaan pasokan harus dapat dilakukan oleh tim teknis TPID Provinsi dan Kab/Kota melalui monitoring data pasokan terintegrasi. Pemantauan harus dilakukan bahkan dengan skala yang lebih masif hingga day by day untuk memastikan pergerakan pasokan komoditas pangan.

Kedua, strategi kelancaran distribusi dapat dilakukan oleh tim teknis TPID Provinsi dan Kab/Kota melalui kebijakan jalur khusus distribusi pangan dari dan ke Gorontalo.

Kepastian jalur khusus di perbatasan maupun pintu masuk Gorontalo merupakan hal yang sangat penting agar pasokan bahan baku utama dapat segera dipasarkan ke masyarakat.

Ketiga, strategi keterjangkauan harga melalui sidak pasar dan operasi pasar secara berkala harus tetap dilakukan, khususnya pada komoditas pangan yang terpantau mengalami lonjakan harga yang signifikan selama Bulan Suci Ramadhan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1441 H.

Toko Tani Indonesia Center (TTIC) dibawah Dinas Pangan Provinsi Gorontalo dapat menjadi motor pelaksanaan operasi pasar bahan kebutuhan pokok seiring dengan telah tersebarnya TTIC di beberapa lokasi di Provinsi Gorontalo, serta telah dilaksanakannya program TTIC mobile yang menjangkau masyarakat-masyarakat di daerah terpencil Gorontalo.

Keempat, strategi komunikasi efektif dapat dilakukan, khususnya kepastian ketersediaan pasokan bahan pangan utama kepada masyarakat Gorontalo menjelang Bulan Suci Ramadhan dan Idul Fitri ditengah pandemi COVID-19.

“himbauan secara masif kepada masyarakat juga dapat dilakukan oleh seluruh intansi di Pemprov maupun Kab/Kota untuk berbelanja secara bijak dan menghindari panic buying, dan itu menjadi salah satu solusi efektif agar ketersediaan pasokan dapat memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat Gorontalo,” tutur Idris Rahim. (awal-46)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.