Tumbilatohe Tak Pernah ‘Padam’, Hadiah Puluhan Juta Disiapkan Untuk Festival

ilustrasi (Anwart/RG)

RadarGorontalo.com – Malam nanti, tradisi Tumbilatohe, atau malam pasang lampu, yang lazim digelar oleh masyarakat se provinsi Gorontalo, dari wilayah perkotaan, hingga penjuru dan pelosok dusun-dusun, di 3-4 malam penghujung terakhir bulan Ramadhan, secara serentak, akan digelar Rabu (21/6) malam. Atau bertepatan dengan malam ke 27 Ramadhan, alias malam Lailatul Qadr atau malam paling mulia dari 1000 bulan.

Dari pantauan RADAR, nantinya, pagelaran Tumbilatohe untuk Ramadhan 1438 Hijriah kali ini, lebih meriah dari tahun-tahun sebelumnya. Dengan tidak meniadakan sisi tradisionalnya sebagai salah satu khasanah yang khas dari kegiatan ini. Dimana, di sejumlah titik kawasan masyarakat, sejak beberapa hari lalu, gencar melakukan aktivitas menyambut Tumbilatohe ini. Seperti pemasangan dan panorama akan hiasan bambu yang dikreasikan se indah mungkin di sejumlah ruas jalan, hingga menjadikan sepanjang jalan tersebut, nantinya akan berubah layaknya terowongan lampu, yang akan dilalui masyarakat.

Tidak heran, menyikapi aktivitas masyarakat di setiap pagelaran Tumbilatohe seperti ini, pemerintah provinsi pun, turut menggelar festival kegiatannya. Dengan total hadiah yang akan diperebutkan senilai Rp 21,5 juta. “Festival Tumbilatohe tetap digelar tahun ini, oleh pemerintah provinsi, dengan pesertanya 6 kabupaten/kota se provinsi Gorontalo. Yang total hadiahnya senilai Rp 21,5 juta, dan akan diserahkan pada saat perayaan Ketupat 2 Juli mendatang, di lapangan Pacuan Kuda Yosenegoro, Limboto,” ungkap Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo, Resma Kabakoran, via telpon selulernya, semalam.

Ditanya, akan bentuk penyelenggaraannya? Resma menjelaskan, pada intinya mayoritas pelaksanaannya akan lebih mengunggulkan sisi tradisional. “Karena, hal itu yang menjadikan tradisi tumbilatohe ini, tetap terjaga kelestarian dan kekhasannya, sejak lama dan turun temurun. Sehingga, menjadikan Tumbilatohe saat ini, masuk di deretan 10 besar pagelaran tradisional rakyat se Indonesia,” ungkap Resma. “Nanti, akan ada tim penilai yang dibentuk oleh Pemprov Gorontalo, yang terbagi dari berbagai elemen, seperti media, fotografer, para budayawan, dan unsur instansi pemerintah terkait, yang akan menyebar di 6 kabupaten/kota.

Adapun kriteria penilaiannya,seperti dari segi kreativitas, dan lebih kita tonjolkan pada sisi penggunaan lampu-lampu tradisional yang khas di setiap tumbilatohe, seperti lampu Padamala, dan sebagainya. Karena, untuk trend penggunaan lampu listrik warna warni, dalam beberapa tahun terakhir ini, itu hanya akan sebagai pelengkap dari penilaiannya saja. Bukan dominan yang kita nilai,” terang dia. “Insya Allah, di pagelaran Tumbilatohe tahun 2018 mendatang, kita akan lebih semarakan lagi, dengan bakal adanya piala bergilir dari Pemprov, khusus untuk Festival Tumbilatohe ini. Semata-mata, untuk menggelorakan semangat seluruh rakyat se provinsi Gorontalo, bahwa tumbilatohe adalah bagian dari sejarah dan tradisi rakyat Gorontalo menjelang berakhirnya Ramadhan, yang perlu dilestarikan bersama,” jelas Resma.

DUKUNGAN ANGGARAN

Tidak hanya pada sisi pagelarannya, hajatan tumbilatohe, turut menuai dukungan yang begitu signifikan dan apresiatif, dari pimpinan dan anggota Deprov Gorontalo. Dimana, dari rapat pergeseran anggaran yang dilakukan oleh Badan Anggaran (Banggar) Deprov Gorontalo, dengan TAPD Pemprov, baru-baru ini, Deprov berjanji untuk siap mem-back up anggaran tumbilatohe, disetiap pembahasan APBD induk, tahun berjalan.

“Karena ini, tradisi kita (Gorontalo) sejak lama dan turun temurun, yang terpelihara begitu baik, oleh para pendahulu kita. Olehnya, sedapat mungkin, harus ada porsi anggaran, disetiap APBD induk, untuk pagelaran tumbilatohe ini.” ujar anggota Banggar Deprov, yang juga Ketua Fraksi Partai Golkar, Fikram AZ Salilama. “Karena, pengalaman dari tahun ke tahun, sejak kami belum duduk dikeanggotaan Deprov, itu masyarakat disaat menjelang tumbilatohe, senantiasa datang ke rumah kami, untuk menanyakan bantuan dari pemerintah, seperti bantuan untuk kebutuhan minyak tanah. Jadi, mau tidak mau kita upayakan. Karena ini bentuk dari dukungan dan kepedulian masyarakat, akan pelestarian tumbilatohe ini,” tukas anggota Banggar Deprov lainnya, dari Fraksi PPP, Awaludin Pauweni. (rg-28)


Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Komentar