RGOL.ID – Uji Publik Calon Panitia Seleksi Satuan Tugas PPKS Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO), yang berlangsung di Aula Rektorat Lantai III UMGO, Jum’at (19/05/2023).

Kegiatan ini diikuti oleh tiga orang perwakilan dosen yakni, Siti Magfirah Makmur,S.H.,M.H., Dr. Muh Firyal Akbar,S.IP., M.Si., Felmi D. Lantowa,S.E.,M.Ak.,tenaga kependidikan, Muslim Panigoro,S.Kom., Meity Fredi Musa,S.AP., Idris L. Ijawa,S.Kom.,
dan mahasiswa UMGO, Mohammad Ruslan Husain, Fachriel A. Pomalingo, sedangkan tim panelis ialah, Wakil Rektor II, Dr. Salahudin Pakaya, Wakil Rektor III, Dr. Apris Ara Tilome, Kepala LP3M Universitas Gorontalo, Dr. Drs. Dikson Junus,M.P.A.

Pembentukan Satgas PPKS UMGO adalah upaya tindak lanjut kampus terhadap Permendikbudristek Nomor 30 tahun 2021.
Permendikbud PPKS ini hadir sebagai langkah awal menanggapi keresahan mahasiswa, dosen, pimpinan perguruan tinggi, dan masyarakat tentang peningkatan kasus kekerasan seksual di perguruan tinggi.

Dengan adanya Permendikbud PPKS seluruh perguruan tinggi termasuk UMGO, wajib membentuk satgas PPKS yang terdiri dari unsur pendidik, tenaga kependidikan, dan mahasiswa, dengan memperhatikan keterwakilan keanggotaan perempuan.

Rektor UMGO yang diwakili oleh Wakil Rektor III, Dr. Apris Ara Tilome berharap, proses seleksi Satgas PPKS UMGO ini dapat menghasilkan anggota satgas yang mampu menjalankan tugas dan fungsinya.

“Kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan satuan tugas sebagai Pusat PPKS sekaligus percepatan pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di Universitas Muhammadiyah Gorontalo,” harapnya.

Terakhir, ia menyampaikan ini melalui seleksi ini menunjukkan bahwa Capansel ini memiliki kredibilitas cukup tinggi dilihat dari hasil seleksi kemarin mulai dari mendaftar, mengikuti learning manajemen sistem, hingga saat ini sudah masuk pada tahap ubi publik.

“Maka kami optimis untuk menempuh tahapan selanjutnya sehingga UMGO dapat membentuk tim Satgas PPKS yang akan melindungi sivitas akademika maupun tenaga kependidikan, khususnya dari kaum perempuan, dari tindak kekerasan seksual,” Tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.