oleh

Ujian Nasional SMA/SMK Ditiadakan, Komisi IV Harap Standarisasi Nilai Penunjang Kompetens

BOTU (RG) – Sejak Senin (21/3) kemarin, musim ujian semester di kalangan siswa kelas XII tingkat SMA/SMK/sederajat se provinsi Gorontalo, sudah ada yang digelar. Yang kemudian akan disusul dengan Ujian Akhir Semester (UAS), pada beberapa pekan berikutnya.

Namun terkait Ujian Nasional (UNAS), diakui oleh kalangan guru pendidik di sejumlah SMA/SMK yang dikonfirmasi koran ini, tidak lagi diadakan, praktis sudah sejak tahun 2021 lalu.

Yang diduga karena pandemi Covid-19. Sehingga, keluaran atau nilai hasil akhir yang akan diterima oleh para siswa lulusan SMA/SMK/sederajat, tidak lagi berdasarkan UNAS. Tetapi, dari hasil UAS di masing-masing sekolah. “UNAS sudah tidak ada lagi.

Namun yang ada (dari pemerintah pusat), hanya assessment (evaluasi pembelajaran),” ungkap para guru pendidik, secara terpisah, di sejumlah SMA/SMK, kemarin.

Tak heran, karena UNAS tidak lagi dilakukan, hal ini menuai harapan dari banyak pihak. Agar pihak SMA/SMK/sederajat dapat mensiasatinya, dengan memberikan soal-soal di UAS nanti, yang sesuai standar untuk setiap siswa memperoleh nilai penunjang kompetensi-nya ketika kelak akan melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi negeri/swasta, yang tersebar di seluruh Indonesia.

Dalam artian, karena bagaimana pun, terlebih di kalangan perguruan tinggi (PT) ada yang menetapkan standarisasi nilai tertentu, untuk bisa menerima calon-calon mahasiswanya.

Sementara, di SMA/SMK/sederajat lainnya, di belahan Indonesia lainnya, tentu menginginkan mutu dan kwalitas para anak didiknya, bisa bersaing mendulang yang terbaik, dengan para lulusan dari SMA/SMK/sederajat lainnya pula.

Olehnya, Sekertaris Komisi IV Deprov, La Ode Haimudin pun, turut mengharapkan, tidak hanya adanya dukungan penunjang standarisasi perolehan nilai dalam menunjang sisi kompetensi para lulusan SMA/SMK/sederajat asal provinsi Gorontalo itu nanti.

“Namun juga dari sisi pendukung lainnya, seperti kesiapan SDM guru tenaga pengajarnya, dukungan infrastruktur seperti laboratorium dan perpustakaan di setiap sekolah.

Serta upaya-upaya kreatif lainnya, agar benar-benar kelak para lulusan SMA/SMK/sederajat dari provinsi Gorontalo ini, mudah bersaing dan terterima di ragam perguruan tinggi yang diinginkan mereka,” harap La Ode Haimudin.

“Terlebih disisi lain, ada program ‘Merdeka Belajar’ dari pemerintah pusat. Hal ini, kami harap turut disinergikan dengan kreatifitas di tiap sekolah, dalam mengembangkan mutu dan kwalitas para lulusan dari masing-masing sekolah itu nanti,” terang politisi PDIP ini. (ayi)


Komentar