Ulas Jejak Lahirnya Islamic Center, Adhan Ungkap Dugaan Pemotongan Gaji ASN

BOTU (RG) – Pembangunan Islamic Center atau sebuah kawasan yang mencerminkan budaya Islam di provinsi Gorontalo, menjadi salah satu bakal rekomendasi yang akan digulirkan oleh jajaran pansus LKPJ Gubernur 2021.

Agar berkelanjutan perwujudannya di tahun APBD 2023, karena dinilai sebagai representasi provinsi Gorontalo, berfalsafah Adat Bersendikan Syara’ dan Syara’ Bersendikan Kitabullah, bahkan menuai klaim dan keinginan dari sejumlah pihak, mengakomodir slogan sebagai Bumi Serambi Madinah.

Olehnya, disela-sela rapat kerja dan evaluasi di jajaran Pansus LKPJ Gubernur 2021 dengan sejumlah mitra OPD terkait, Senin (4/4) lalu, anggota Pansus LKPJ, Adhan Dambea, sedikit mengulas bahwa komitmen untuk membangun Islamic Center, bermula dari usulan Penjabat Gubernur (Penjagub) Gorontalo, Zudan Arif Fakrullah, di masa transisi tahapan Pilkada Gubernur Gorontalo di era sekitar tahun 2016 hingga 2017 silam.

“Yang semula, bapak penjagub Zudan saat itu, mengusulkan untuk dibangunnya masjid raya provinsi. Karena, provinsi Gorontalo belum memiliki masjid raya.

Yang pada akhirnya berkembang keinginan untuk membangun Islamic Center,” ungkap Adhan. “Namun yang menggelitik dan menuai pertanyaan dari saya, adalah masjid raya-nya belum ada, tetapi sudah ada takmirul masjid-nya.

Yang dikoordinir oleh salah satu pejabat Pemprov yang sudah pensiun. Bahkan, ada pemotongan gaji di ASN Pemprov, yang diduga untuk pembangunan masjid raya itu.

Yang menurut saya aneh itu, belum ada masjid raya-nya, kok sudah ada takmirul-nya,” ulas mantan Walikota Gorontalo ini. “Namun terkait pertanyaan saya ini, tidak perlu dijawab (oleh Pemprov). Sekedar ulasan dan masukan dari saya saja,” pungkas Adhan. (ayi)


Jangan Lewatkan

Komentar