ilustrasi (Anwar/RG)
ilustrasi (Anwar/RG)

RadarGorontalo.com – Usulan kenaikan UMP Gorontalo menjadi Rp 2.000.000 perbulan mendapat reaksi dari kalangan pengusaha. Karena dinilai sangat memberatkan apalagi ditengah kondisi ekonomi Indonesia yang lagi lesu. Jika ini dipaksakan, dikuatirkan akan berdampak pada pengurangan tenaga kerja, bahkan bisa berakibat sejumlah perusahaan gulung tikar. Untuk itu sejumlah pengusaha yang tergabung di APINDO merekomendasikan kepada kepada Dewan Pengupahan Provinsi Gorontalo agar tidak menaikan UMP mengigat baru saja dinaikan diawal tahun 2016.

” Hasil rapat anggota Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) memang merasa cukup berat dengan adanya rencana kenaikan UMP. Karena jika UMP dinaikan maka akan berdampak pada kenaikan seperti iuran BPJS, Kesehatan, Tenaga Kerja, belum lagi dengan THR dan sebagainya. Jadi efek dominonya membuat cost perusahaan membengkak,” tegas Ketua Apindo Gorontalo Soeharto Puluhulawa.

Disisi lain, Kata Soeharto, kondisi ini memang agak menyulitkan pengusaha di Gorontalo mengingat PDRB besaran belanja disektor rill kurang begitu bergairah dengan sangat tergantung dengan pemerintah yakni APBD dan APBN. Terungkap juga dalam rapat APINDO sejumlah investor di Gorontalo seperti Hutan Tanaman Industri (HTI) dan Kelapa Sawit, tentunya sangat kesulitan menambah cos baru, karena sejauh ini belum dalam tahap produksi. ” Jadi Apindo sepakat mengeluarkan rekomendasi agar kiranya rencana kenaikan UMP untuk sementara ditangguhkan, dan tetap mengacu dulu pada UMP tahun 2016,’ ujarnya.

Sementara itu staf khusus PT Katingan Timber Group Mansir pengelola Hutan Tanaman Industri (HTI) Mansir Mudeng dan Moh Tojim Ar Boki mengakui rata rata perusahaan yang hadir bukan tidak setuju dengan usulan akan adanya kenaikan. tapi efek kenaikan upah itu akan menyulitkan pihak perusahaan, Tentunya jika dipaksakan bisa berdampak pada penyesuian dalam jumlah tenaga kerja. ” Khusus HTI sebagai investor yang belum berproduksi, tentunya akan sangat dirasakan sekali, sehingga itu kami setuju jika rencana kenaikan UMP ini ditunda , demi kebaikan bersama,’ ujar Mansir dan Moh Tojim Ar Boki secara pergantian. (rg-20)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.