oleh

Usai Sholat Dzuhur Sesama Napi Bakupukul

 

ilustrasi

ilustrasi

GORONTALO (RADAR) – Karena dikeroyok sesama napi, Sabtu (23/04) kemarin SC juga Napi di Lapas Kelas IIA Gorontalo terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Aloe Saboe (RSAS). SC menderita luka tusukan benda tajam dan memar di bagian dalam hidung.
Ceritanya seperti ini, Sabtu akhir pekan kemarin saat itu SC tengah asyik duduk santai di blok napi, tiba-tiba napi berinisial P menghampirinya dan langsung mengajak berantem. Tak ada kata menolak, SC pun mengindahkan ajakkan P tersebut. Akhirnya perkelahian antara dua napi itu belangsung, selama beberapa menit berkelahi, suasana pun tak bisah dibendung lagi. Hingga akhirnya petugas Lapas pun datang mencoba melerai kedua napi tadi, dan memediasi keduanya untuk tidak mengulangi perbuatan mereka. Saat itu dua napi yang bertikai sempat saling memaafkan, karena melihat keduanya saling bersalaman petugas Lapas tadi langsung meninggalkan mereka, juga disusul SC yang pergi menunaikan sholat Dzuhur. Tapi sayang, rupanya P masih menyimpan dendam terhadap SC meski keduanya suda saling bermaafan saat dimediasi patugas Lapas. Karena disaat SC usai sholat Dzuhur dan hendak masuk ke ruang bloknya, sekelompok rekan napi dari P sudah menantinya di depan pintu blok. Akhirnya, belum sempat masuk ke kamar blok, SC langsung dikeroyok P bersama sejumlah rekannya, dan dari kejadian itu SC menderta satu luka tusukan benda tajam dan hidungnya mengalami luka dalam. Kapolres Gorontalo Kota AKBP Rony Yulianto SIK mengatakan, pihakya telah mengamankan napi berinisial P, untuk dimintai keterang dan ditahan di sel tahanan Mapolres. “Nanti proses penyidikkan selesai, maka P akan kami kembalikan ke Lapas. Tapi meski P akan dikembalikan ke Lapas, proses hukum terhadap P tetap berlanjut, sementara itu korban saat ini tengah dilarikan ke RSAS untuk mendapatkan perawatan dari tim medis secara insentif,”tukasnya.(RG-62)


Jangan Lewatkan

Komentar