abd karim aljufrie

Warga Doakan Marten Bisa Lolos Dari Semua Ujian Yang Dihadapinya

Image

RGOL.ID PEMKOT – Ujian yang dihadapi Marten Taha di penghujung masa jabatannya yang terakhir sebagai Walikota, datang bertubi-tubi, warga berdoa agar Walikota bisa menghadapinya dengan tegar dan bisa mengakhiri masa jabatannya dengan manis.

Banyak kalangan menggerutu, dan marah pada pihak PUPR karena tak becus menangani proyek jalan Panjaitan yang terseok-seok hingga putus kontrak, akibatnya Walikota yang kena getahnya. Tentu saja warga yang bersimpati pada Walikota menumpahkan kekesalan mereka pada puhak PUPR.

Tetapi nyanyian sumbang selama hampir setahun ini mulai mereda, kerena dua proyek itu sudah mulai dikerjakan dengan speed yang tinggi.

Bahkan yang di pusat perdagangan dikerjakan sampai larut malam, sampai sampai kontraktornya harus mendatangkan tenaga kerja dari Jawa, ini disebabkan tak ada tenaga buruh yang diperlukanya pada hari Minggu itu, yang dia butuhkan 20 orang yang datang hanya 7 orang, alasannya para buruh lainnya memilih libur di hari minggu.

Seperti diketahui Proyek Pusat Perdagangan tidak putus kontrak, melainkan perusahaan tersebut mendapatkan suntikan dana dari seorang pemilik modal yang terjun langsung mengawasi pekerjaan tersebut.

Baru saja badai Panjaitan mereda, kini Marten Taha diterjang badai yang juga dahsyad betapa tidak, seorang keluarganya tersandung kasus Narkoba.

Kontan saja kasus ini langsung meledak, pertama RT adalah kerabat dekat Walikota, dia juga adala Bacaleg yang sangat diunggulkan mendapatkan kursi di Dekot.

Tentu saja orang – orang yang sangat sayang pad Marten Taha hanya bisa mengatakan, ” Atiolo tik pak Wali. Dorang tidak jaga dia pe nama utie”.

Ada rasa hormat rakyat terhadap sikap Walikota yang satu ini karena dia tidak pernah membela keluarganya yang melanggar hukum.

Kata sejumlah warga yang kemarin makan di sebuah rumah makan di dalam Setia raja, mestinya sebagai Walikota, Marten Taha bisa meloloskan RT dari jeratan hukum, tetapi ternyata Marten Taha tidak melakukannya. ” Pak Wali tidak jaga ba bela dia pe keluarga kalau mereka bersalah, apalagi kalau masalah hukum,” kata Anwar.

Pemilik rumah kopi di kompleks Murni ini, mengatakan, kalau Walikota tidak mau tau kalau ada keluarganya yang melakukan hal hal yang melanggar hukum.

Pengunjung lainnya mengaku sangat salut dengan sikap tegas Walikota yang sama sekali tidak melakukan membelaan pada RT, padahal sebagai Walikota Marten Taha bisa saja menggunakan kekuasaannya untuk menyelamatkan RT dari kasus tersebut namun itu tidak dia lakukan.

Mungkin akan lebih baik bagi RT, untuk menjalankan hukumannya agar bisa terbebas dari jeratan narkoba, mungkin dengan cara rehab.

Sekadar catatan, kata seorang mantan pemakai Narkoba, ada banyak pengguna Narkoba, yang akhirnya bisa terbebas dari narkoba setelah mereka menjalankan hukuman.

Warga lainya, mengatakan jalan menuju sukses pasti ada saja guncangan, apalagi dijalan politik, ” Insya Allah perjalanan memasuki 2024 tanpa guncangan lagi,” ungkap seorang warga.

Sementara itu Sekretaris PDP II Golkar Kota, Erwin Rauf menceritakan pengalamannya ketika menghadapi masalah hukum, sebagai Ketua Golkar dan juga sebagai Walikota, Marten sama sekali tidak membelanya.

” Saya sangat memakluminya, sebab kalau sudah urusan hukum, Ka Marten pasti tidak mau menggunakan kekuasaannya untuk melindungi sahabat termasuk keluarganya yang melanggar hukum,” tutur Erwin Rauf.

Ditanya bagaimana sikap Golkar pasca kasus RT, Erwin mengatakan partainya akan lebih ketat mengawasi para Bacaleg Golkar, bila ada yang terindikasi terlibat Narkoba, maka partai tak segan akan mencoretnya.

Erwin juga mempertanyakan mengapa hanya nama RT yang dirubutkan, sementara dua nama lainnya tak disebutkan nama mereka.

Bagikan berita

Tinggalkan Komentar

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

mUNGKIN ANDA LEWATKAN