oleh

Warga Keluhkan Tingginya Biaya Rapid Tes dan Swab

Gorontalo (rgol.id) – Sejumlah masyarakat mulai mengeluhkan tingginya biaya pemeriksaan melalui rapid test maupun swab atau PCR, sebagai persyaratan seseorang untuk melakukan perjalanan keluar daerah.

Salah satunya para sopir antar kota/wilayah. Mereka mengeluhkan harga yang begitu tinggi untuk sekali melakukan test.

“Penghasilan yang kami dapat tidak seberapa, terlebih lagi saat ini kami harus mengurangi jumlah penumpang dari jumlah seperti biasanya. Nah, kalau setiap minggu harus melakukan pemeriksaan, kami harus bayar dengan apa,” keluh mereka.

Mereka pun berharap pemerintah bisa mengambil kebijakan untuk bisa mengsubsidi pemeriksaan rapid test/swab.

Terkait hal ini, Sekretaris Gugus Tugas Provinsi Gorontalo Sumarwoto, yang juga kepala BPBD ini menjelaskan bahwa kebijakan bagi orang yang masuk ke Gorontalo harus sehat bebas Covid 19, adalah semata-mata untuk melindungi masyarakat Gorontalo.

Dikatakan, alat rapid tes yang ada saat ini diprioritaskan untuk melakukan tracking atau pelacakan orang-orang yang rentan tertular virus corona, yakni keluarga dekat pasien yang sudah positif swab, orang-orang yang pernah kontak dengan mereka dan masyarakat yang berada di zona merah.

“Adapun masyarakat yang melakukan perjalanan keluar Gorontalo, Pemprov tidak mewajibkan rapid, tapi mengarahkan untuk menyesuaikan dengan wilayah tujuan,” tambahnya.

Terkait besaran biaya pemeriksaan rapid/swab, Sumarwoto menegaskan bahwa itu merupakan kebijakan masing-masing daerah. “Tergantung kebijakan masing-masing daerah, begitu juga untum swasta, ya mereka yang tentukan,” pungkasnya. (Mey-25)

Komentar