Warga Tenilo Dikeroyok, Pelaku Diduga Anggota…

ilustrasi

RadarGorontalo.com – Sungguh miris kondisi Burhanudin Ali warga kelurahan Tenilo Kecamatan Limboto setelah dikeroyok oleh dua laki-laki yang diduga salah satunya merupakan oknum anggota polisi. Burhanudin harus menderita sakit disekujur tubuhnya akibat dihajar oleh dua orang yang tak dikenalnya saat hendak bertemu dengan rekannya diwarung makan seputaran Kelurahan Bolihuangga.

Saat diwawancarai, Burhan menjelaskan, saat itu, pada pukul 11.00 Wita, Ia baru saja turun dari mobil trucknya untuk bertemu dengan rekannya yang sudah lebih dulu duduk diwarung makan tersebut, tapi tiba-tiba mobil merah melesat dengan cepat dan hampir menyambarnya.

Sontak, Ia pun berteriak. Tapi hal itu tidak dianggapnya serius. Lantas Burhanudin ini duduk dan bercengkrama dengan rekannya. Tiba-tiba mobil merah itu berbalik arah dan dua orang laki-laki turun dari mobil bersama seorang peremuan. Kedua lelaki ini langsung melayangkan bogem mentah ke arah korban. Korban pun jatuh tersungkur, dan disitulah kedua lelaki ini melancarkan serangannya dengan menginjak-nginjak korban. Para pedagang dan rekan korban yang melihat itu pun berteriak meminta maaf kepada kedua lelaki itu. Setelah puas, baru kedua lelaki itu pergi meninggalkan korban yang berulang-ulang kali meminta ampun namun tidak diindahkan. Pasca kejadian itu, ada beberapa saksi yang melihat bahkan mengenal salah satu pelaku yang diduga merupakan Anggota di Polres Gorontalo.

Awalnya, Korban enggan untuk mengadukan hal itu kepada keluarganya, tapi karena sakit yang dideritanya, akhirnya Ia pun menceritakan hal itu. Sontak keluarga korban naik pitam dan tidak terima dengan kejadian itu. Mereka pun langsung mendatangi Polres Gorontalo pada malam hari untuk melaporkan kejadian itu. Dihadapan petugas, Burhanudin yang didampingi Istrinya menceritakan asal usul kejadian siang itu. Pada saat itu juga, Burhanudin langsung di ambil Visum dan di BAP di Satuan Reskrim Gorontalo. Dari pantauan awak media, kurang lebih 60 masyarakat Tenilo memenuhi Polres Gorontalo pada malam itu karena mereka benar-benar tidak terima dengan perlakuan yang menimpa keluarga mereka, apalagi korban merupakan tulang punggung keluarganya dengan mata pencaharian sopir truck. Lebih lanjut, Burhan mengaku tak melakukan perlawanan. Pasca pemukulan itu, Ia masih tetap bekerja namun sakit yang dideritanya itu yang membuat Ia mengadukan hal itu kepada istrinya. “Abisd dorang pukul saya masih melanjutkan pekerjaan saya, tapi rasa sakit dibagian pinggang tidak bisa saya tahan sehingga saya sampaikan kepada Istri saya”, ujarnya. Sementara itu, dari informasi yang dirangkum awak koran ini, Burhanudin sempat dirawat di RSUD MM Dunda limboto selama 2 hari.

Sementara itu, Kapolres Gorontalo AKBP Purwanto , SIK MH saat dikonfirmasi insiden ini, membenarkan adanya kejadian tersebut. Memang, kata Kapolres, baru-baru ini Ia mendapatkan laporan terkait masalah pengeroyokan terhadap salah satu warga yang dilakukan oleh dua orang laki-laki dan salah satunya merupakan anggota Kepolisian Resort Gorontalo. Dikatakannya bahwa masalah ini sudah dalam penyeledikan pihak Polres Gorontalo, dan pastinya akan ditindaklanjuti sesuai dengan aturan dan perundang-undangan yang berlaku. Siapapun yang bersalah, kata Kapolres, pasti akan diproses hukum. Bahkan, oknum Anggota ini sudah dicopot dari jabatannya sejak kejadian itu. Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir, karena kasus ini sudah dalam penanganan Polres Gorontalo”, jelas Kapolres AKBP Purwanto, SIK MH. (RG-52)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.