Warisan Syarif Untuk Petani

Bupati Syarif Mbuinga menjelaskan beberapa hal kepada Menteri PU PR Basuki Hadimulyono, kala mersemikan bendung  andangan, Senin (1/5). (foto: Razak/RG)

RadarGorontalo.com – Begitu banyak pembangunan yang digenjot Bupati Syarif Mbuinga di periode keduanya ini. Tak sekedar bangunan monumental, tapi yang dibangun Syarif adalah sesuatu yang mahal harganya, dan bisa diwariskan serta bermanfaat untuk rakyat Pohuwato. Dan dampak kedepannya, akan dirasakan rakyat Provinsi Gorontalo.

Salah satunya adalah Bendungan Randangan. Proyek berbandrol ratusan miliar rupiah itu, sudah lama diidam-idamkan oleh rakyat. Wajar, karena fasilitas ini, tak cuma menjadi pengontrol banjir, tapi lebih dari itu, bendungan tersebut akan membantu mengairi ribuan hektar sawah baru, yang oleh Syarif, diniatkan peruntukannya untuk membantu warga miskin. Selain Syarif, tak sedikit orang yang terlibat memperjuangkan bendungan itu, termasuk Gubernur Rusli Habibie dan Roem Kono Aleg DPR RI. Alhamdulillah, penantian panjang sejak tahun 1980 an, bisa terwujud di masa pemerintahan SYAH.

Hadirnya bendung raksasa yang ada di Kecamatan Randangan merupakan salah satu sektor pendukung produktivitas pertanian di Kabupaten Pohuwato. Betapa tidak, bendung raksasa yang diperkirakan selesai ditahun 2018 itu mampu mengairi lahan sebanyak 9 ribu hektare. “Bendung ini sudah 40 tahun dirindukan oleh warga,” kata Bupati Syarif Mbuinga kala menyambut kunjungan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono di lokasi pembangunan bendung Randangan, belum lama ini.

Data yang ada di Dinas Pertanian menunjukkan dari tahun ke tahun, produktivitas pertanian di Kabupaten Pohuwato terus meningkat. Untuk tanaman padi ditahun 2016 produksinya sudah mencapai 46,092 ton sedangkan produksi jagung mencapai 373,361 ton.
Nantinya, kata bupati, para petani juga akan lebih difamiliarkan pada komoditi pilihan lainnya yang dikelola secara polikultur. “Dalam kurun waktu dua tahun, kita akan menghadirkan petani Pohuwato yang lebih difamiliarkan pada komoditi pilihan lainnya yang dikelola secara polikultur sehingga akan menghadirkan suatu kondisi ketangguhan ekonomi baru. Dan ini kita sudah mulai tahun ini,” ungkap Bupati Syarif saat diwawancarai usai sholat Dzuhur di masjid agung Baiturrahim kemarin.

Seperti diketahui, pengelolaan lahan secara polikultur akan memberikan beberapa keuntungan bagi petani dengan pemilihan tanaman yang tepat diantaranya bisa mengurangi serangan OPT (pemantauan populasi hama), karena tanaman yang satu dapat mengurangi serangan OPT lainnya. Menambah kesuburan tanah, siklus hidup hama atau penyakit dapat terputus karena sistem ini dibarengi dengan rotasi tanaman yang dapat memutus siklus OPT, memperoleh hasil panen yang beragam serta sangat menguntungkan sebab jika harga salah satu komoditas rendah dapat ditutupi oleh harga komoditas lainnya. Tapi, tidak hanya sekedar meningkatkan produktivitas pertanian semata, pemerintah daerah juga ingin hal ini akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat yakni mengurangi angka kemiskinan.

Berdasarkan data TNP2K, masih ada 11,359 warga miskin yang masuk dalam Rumah Tangga Sasaran (RTS). Oleh sebabnya, Bupati Syarif berjanji, percetakan sawah baru nanti akan menyasar warga miskin. “Percetakan sawah baru akan lebih memastikan mereka yang miskin ini beroleh lahan sesuai dengan programnya pak presiden. Kami sudah petakan itu. Percetakan sawah baru akan menyasar masyarakat miskin,” kata Bupati Syarif saat konfrensi pers bersama Menteri PUPR di Randangan, belum lama ini. (yadin/rg)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.