oleh

Wawali : Pangkas Biaya Hidup Mahasiswa

Gorontalo Kota Pelajar

GORONTALO (RadarGorontalo.com) – Satu hal lagi yang tidak menyenangkan hati Wakil Walikota Budi Doku. Yakni, bagaimana caranya Kota Gorontalo bisa komitmen dengan Kota Pendidikan, selagi biaya hidup mahasiswanya sangat tinggi. “Bagaimana kita bisa komitmen dengan kota pendidikan, sedangkan biaya hidup mahasiswa masih sangat mahal,” ketus Wawali.

Mengenai kota pendidikan, Budi Doku menjelaskan, sejak beberapa tahun yang lalu, Kota Gorontalo memang sudah terkenal dengan Kota Pendidikan. Tidak heran jika dilihat kondisi saat ini, banyak mahasiswa-mahasiswa perguruan tinggi negeri maupun swasta yang berasal dari luar daerah. “Daerah-daerah seperti Sumatera, Kalimantan, dan Papua itu sudah tahu bahwa Gorontalo memiliki adat dan budaya yang sangat kuat. Bahkan untuk membuktikan ini, pak Gubernur kita telah memperoleh penghargaan sebagai daerah teraman se-Indonesia,” terang Wawali.

Masalah keamanan, Budi Doku mengakui ini memang sangat penting untuk kenyamanan para pendatang. Tetapi bagaimana dengan biaya hidup, khususnya mereka mahasiswa. “Ini saya akan diskusikan dengan SKPD dan juga pak Walikota, kenapa kos-kosan mahasiswa sampai saat ini masih harus bayar pajak yang tinggi,” jelas Wawali.

Biaya ini jelas tidak masuk dalam rumusnya Wawali. Mana kala daerah yang berkomitmen sebagai kota pelajar, namun biaya hidup mahasiswanya tidak disesuiakan. Kalau perlu pemerintah harus mensubsidi. Ditambah lagi harga makanan di Kota Gorontalo sangat mahal. “Kalau sudah begini, kedepan para mahasiswa akan lebih memilih Jogja, Manado, ataupun Bandung, ketimbang harus memilih Gorontalo yang biayanya mahal. Inilah yang tengah saya rancah, bagaimana kos-kosan kita yang masih dikenakan perda hotel agar segera ditarik,” tandasnya.

Maka jelaslah, jika Kota Gorontalo ingin berkomitmen dengan kota pelajar, maka satu-satunya cara adalah berdayakan para pelajar. Malahan kata Wawali, kalau ada csr dari Bank Sulut-Go, maka pemerintah harus mensubsidi kebutuhan para mahasiswa. Misalnya membantu mereka dengan memberikan 5 mesin foto copy dan sebagainya. “Nah ini yang akan saya usulkan, kita ada bantuan para mahasiswa ini dengan memberi 5 mesin foto copy dan apapun yang mereka butuhkan secara gratis,” pungkasnya. (rg-63)


Jangan Lewatkan

Komentar