oleh

Wawali Soroti Penananganan Pasien Korban Lakalantas

WAWALI KUPING KIRI

Wawali Budi Doku (batik,abu-abu)

RadarGorontalo.com – Penanganan pasien korban kecelakaan, baik yang dilakukan Rumah Sakit Aloes Saboe (RSAS) dan Jasa Raharja, dinilai Pemerintah Kota Gorontalo terkesan merugikan pasien. Pasalnya kata Wakil Walikota Gorontalo dr, Hi, Charles Budi Doku, selama ini penanganan pasien kecelakaan yang dilakukan dua instansi tersebut, masih menuai keluhan dari masyarakat. Seperti proses pembiayaan pengobatan yang harus ditanggung pasien, tidak lain masih menggunakan uang pribadi.

Kata Wawali, pasien anggota BPJS merupakan korban kecelakaan, baru akan mendapatkan bantuan dari BPJS, kecuali biaya pengobatannya diatas Rp 10 Juta. Kalau tidak mencukupi nilai seperti itu, pasien harus membiayai pengobatannya dengan menggunakan uang sendiri. “Yang seperti ini saya tidak mau, seharusnya, rumah sakit dan jasa raharja yang menanggung biaya itu, bukan pasien.

Kasian masyarakat kita yang tidak mampu,”ucap Wawali. Nah dari prosedur yang masih melahirkan protes dari masyarkat itu, Wawali menegaskan dalam waktu dekat ini pihaknya akan melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), dengan RSAS juga Jasa Raharja. Tambah Wawali, MoU yang segera dilakukan antara Pemerintah Kota, RSAS dan Jasa Raharja itu, tidak lain mengarah pada pembiayaan pasien yang harus ditangani RSAS dan Jasa Raharja.

“Semua pasien kecelakaan, dalam MoU ini harus ditangani RSAS dan Jasa Raharja. Bukan memberikan penderitaan baru pada pasien,”terang Wawali, sembari mengucapkan terima kasih pada Jasa Raharja, yang telah memberikan bantuan mobil ambulans pada RSAS. (rg-62)


Jangan Lewatkan

Komentar