oleh

Workshop Pengembangan Kapasitas di Lingkungan Swasta

GORONTALO (RAGORO) – Badan Narkotika Nasional Kota Gorontalo menggelar Workshop Pengembangan Kapasitas dan Pembinaan Masyarakat Anti Narkoba di Lingkungan Swasta oleh seksi P2M BNN Kota, yang dibuka langsung oleh Kepala BNN Provinsi Gorontalo dan dihadiri oleh Kepala BNNK/Kab se Provinsi Gorontalo, pemilik Cafe se-kota Gorontalo serta wartawan kegiatan ini dilaksanakan di TC.Damhil Hotel,Senin (21/10).

P4GN merupakan penyusunan dan perumusan kebijakan nasional di bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (narkotika, psikotropika, dan prekursor) serta bahan adiktif lainnya.

Workshop digagas atas keprihatinan terhadap kondisi bangsa Indonesia yang sedang darurat narkoba saat ini. Untuk menekan angka prevalensi penyalahgunaan narkoba di wilayah Gorontalo.

Dari hasil survei oleh Universitas Indonesia lembaga penelitian terverifikasi, pada tahun 2017 penghuni lapas kusus na Dengan dilaksanakannya kegiatan ini diharapkan akan terjalin hubungan yang sinergis antara BNN Kota Gorontalo terkait upaya P4GN, sehingga kedepannya semua masyarakat akan saling bahu membahu sesuai dengan tupoksi masing-masing Instansi demi menciptakan generasi sehat yang bebas Narkoba di Kota Gorontalo.

“saya berharap nantinya para peserta akan menjadi, relawan atau penggiat anti narkoba yang selalu menyampaikan infomasi, mensosialisasikan tentang narkoba di lingkungan masing masing.

Melihat peran dan peluang para penggiat anti narkoba sebagai agen perubahan di satu pihak kita lebih dapat pro aktif melakukan pencegahan melalui pendekatan keluarga dan bersinergi kepada semua unsur yang terkait dengan program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba serta konsisten memerangi narkoba” ujar Andi selaku pemateri

Kesimpulannya terjadi penurunan prevelasi penyalahgunaan narkoba pada kelompok pekerja akan tetapi di kelompok pelajar/mahasiswa justru lebih meningkat, ini disebabkan dari sebagian besar pekerja dan pelajar/mahasiswa masih rendah akan pengetahuan tentang bahaya narkoba dan juga tempat-tempat untuk merehabilitasinya.(tut-tr10)

Komentar