oleh

Yadi Hendriana: Pemberitaan Harus Mengandung Kebaikan

musda ijti - radar gorontalo
Walikota Gorontalo Marten Taha saat disambut oleh Ketua Umum IJTI, Yadi Hendriana pada pelaksanaan Musda II IJTI Gorontalo

Jurnalis Dalam Dunia yang “Tak Terbatas”

GORONTALO (RadarGorontalo.com) – Kebebasan pers, harus disertai dengan sikap yang mempertimbangkan berbagai aspek, terutama dampak yang bisa memberi pengaruh terhadap perilaku masyarakat. Dan kebebasan pers, harusnya memberi efek positif bagi terwujudnya tatanan kehidupan yang kesejahteraan.

“Jurnalis saat ini berada dalam dunia yang tak terbatas (borderless). Sikap yang mempertimbangkan efek dari pemberitaan, sangatlah penting. Sebab, sebuah pemberitaan bisa mempengaruhi perilaku masyarakat. Pemberitaan setidaknya harus mengandung unsur edukasi, dan memberikan kebaikan,” kata Ketua Umum Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Yadi Hendriana, saat memberi sambutan pada Pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) II IJTI Gorontalo, Selasa kemarin.

Helsinki, Finlandia, adalah sebuah wilayah di Eropa, yang menurut Yadi, kayak untuk dijadikan referensi dalam konteks kebebasan pers dan pengaruh kebebasan pers terhadap kondisi dan perilaku masyarakat. “Kebebasan pers di Finlandia, adalah nomor satu di dunia. Kebebasan pers disana, mampu menekan angka kriminalitas hingga nol persen. Itu karena karya jurnalistik di Helsinki lebih mengedepankan nilai-nilai positif,” katanya, pada kegiatan yang juga dihadiri Walikota Gorontalo Marthen Taha, unsur PWI, AJI dan para pimpinan media cetak dan elektronik serta anggota IJTI Gorontalo.

Dan IJTI, kata Yadi, mulai fokus pada pemberitaan, terutama televisi, yang mengedepan nilai-nilai dan norma kebaikan itu. Dan kompetensi, menurutnya, menjadi faktor penting untuk menjadi jurnalis televisi yang profesional.

Sementara itu, Walikota Gorontalo Marthen Taha saat memberi sambutan pada acara pembukaan Musda II IJTI Gorontalo, mengungkapkan bahwa peran pers, sangat membantu pemerintah dalam terutama dalam penyiaran informasi-informasi yang dibutuhkan masyarakat. “Televisi termasuk media yang mampu menyebarkan informasi secara luas dalam waktu yang singkat, termasuk juga media-media lainnya,” kata Walikota.

Dan terkait dengan pelaksanaan Musda, yang menjadi forum tertinggi dalam sebuah organisasi, menurut Marthen, harus melahirkan pemimpin yang mampu membawa organisasi ini kearah yang lebih baik dan bisa mewujudkan apa yang dicita-citakan IJTI. Forum Musda akhrinya memilih Arlan Pakaya sebagai Ketua IJTI Gorontalo. Semula ada lima nama bakal calon Ketua IJTI Gorontalo yang muncul pada Musda yang digelar di rumah makan Idaman itu. Masing-masing Arlan Pakaya, Ipong Steve Pou, Farid Utina, Azis Halid dan Irwanto. Tapi kemudian mengerucut pada tiga nama, setelah Ipong Steve dan Farid Utina memilih mengundurkan diri. Floor akhirnya memilih Arlan dengan perolehan 9 suara, disusul Azis Halid 5 suara dan Irwanto 2 suara. (rg-40)


Jangan Lewatkan

Komentar