oleh

Yang Penting Rokok Masih di Meja

ilustrasi (by Anwar)
ilustrasi (by Anwar)

  RadarGorontalo.com – Kendati ada wacana rokok bakal naik Rp 50 ribu per bungkusnya, tak membuat kalangan perokok panik. Ada-ada saja jawaban mereka. Yang pasti membuat orang membuat orang yang meminta perokok ini untuk berhenti, geleng-geleng kepala.

Seperti di salah satu toko di Gorontalo. Ceritanya, saat itu si pemilik toko yang kebetulan etnis tionghoa sedang bercengkrama dengan anak buahnya. Koh pemilik toko bilang ke anak buahnya, agar berhenti saja beli rokok, karena harganya bakal mahal skali. Gaji hanya akan tersedot di situ. Sontak, celetukan si Koh langsung disambut anak buahnya, dengan mengatakan Asal koh tak berhenti merokok, maka tidak perlu berhenti merokok. “Tidak perlu brenti Ko.. asal Ko masih isap roko, torang olo boleh isap roko. Asal.. bos pe roko tetap di meja. hehehehe..,” ujar salah seorang anak buah. Jawaban ini pun, membuat si Koh langsung geleng-geleng kepala.

Tapi dari sisi positif, banyak yang mendorong kebijakan rokok naik sampai 5 kali lipat. Hasil penelitian belum lama ini, mengatakan bila itu terjadi, banyak perokok aktif berhenti, dan angka kemiskinan bisa turun. Tak cuma itu, cuka rokok yang tinggi, bisa digunakan pemerintah untuk biayai program jaminan kesehatan nasional (JKN). Walaupun masih sebatas wacana, respon positif sudah ditunjukkan DPR RI. Di sisi lain, produsen rokok menganggap wacana ini menyesatkan. Mereka mengingatkan soal bahaya penjualan rokok gelap, hingga naiknya angka pengangguran, akibat pabrik harus merumahkan karyawan akibat turunnya penjualan. (rg-34)


Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Komentar