Plt. Gubernur Zudan Arif Fakrulloh (kedua dari kanan) berbincang bersama Walikota Marten Taha, dan ikut didampingi Bupati Pohuwato Syarif Mbuinga (kedua dari kiri). (foto : bink/RG)
Plt. Gubernur Zudan Arif Fakrulloh (kedua dari kanan) berbincang bersama Walikota Marten Taha, dan ikut didampingi Bupati Pohuwato Syarif Mbuinga (kedua dari kiri). (foto : bink/RG)

Warning PNS, PLT Gubernur Berwenang Memecat 

RadarGorontalo.com – Pelaksana Tugas (plt) Gubernur Gorontalo Zudan Arif Fakrulloh mengatakan, pesta demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) adalah sebuah pesta besar untuk rakyat, dan bukan perang. Apalagi menurutnya Gorontalo adalah daerah paling nyaman dan aman, sehingga tidak sewajarnya jika mengikuti suasana pilkada yang berlangsung di Jakarta, yang terkesan seperti perang. “Ini bukan DKI, yang pelaksanaan pilkadanya seperti perang, mari kita jadikan pilkada di Gorontalo penuh dengan rasa bahagia dan memberikan suasana nyaman terhadap masyarakat,” ujar Zudan, ketika memimpin rapat yang dihadiri pejabat yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Gorontalo Selasa (01/11).

Dalam kesempatan itu Zudan meminta, peran serta semua institusi baik pemerintahan daerah dan hukum, agar berjalan secara maksimal dengan memperhatikan semua gerakan yang berpotensi mengundang keresahan terhadap masyarakat dalam momen pilkada ini. Aparat penegak hukum mulai dari Polda Gorontalo hingga Kodim 1304 Gorontalo, agar bisa memberikan bantuan back up pelaksanaan Pilkada serentak ini dengan sebaik mungkin.

ANCAM PECAT PNS

Sebelumnya, Zudan Arif Fakrulloh, SH, MH, menegaskan, dirinya tidak akan segan-segan untuk memecat PNS atau Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Gorontalo, jika terbukti tidak bersikap netral, atau berpolitik praktis memihak salah satu pasangan calon di perhelatan Pemilukada Gubernur (Pilgub) Gorontalo, yang tahapan kampanye-nya tengah berlangsung saat ini. “PLT Gubernur punya kewenangan untuk memecat PNS atau ASN yang terbukti berpolitik praktis, asal itu atas seizin Mendagri,” tegas Zudan, kepada RADAR, usai Ketua KORPRI Nasional ini, memimpin apel perdana PNS di lingkungan Pemprov, kemarin.

Dalam artian, menurut Zudan, prosedur pemecatan seorang PNS yang terbukti berpolitik praktis, akan dilakoni tahapannya, dengan mengusulkan kepada Mendagri, disertai sejumlah bukti-bukti yang ada. Dan, bila telah mendapat izin dari Mendagri, PLT Gubernur berwenang melakukan pemecatan tersebut. “Asal telah mendapat izin dari Mendagri, seorang PLT Gubernur berwenang melakukannya (pemecatan),” tandas Direktur Jendral Kependudukan dan Catatan Sipil di Kemendagri RI ini.

PERCONTOHAN PILKADA 

Pada kesempatan yang sama, Zudan juga turut berharap, dimasa kepemimpinan sementara, dirinya di Pemprov Gorontalo, dia mengharapkan agar provinsi Gorontalo menjadi daerah percontohan dari pelaksanaan Pemilukada Serentak, khususnya di ranah Pilgub. “Saya berharap provinsi Gorontalo, menjadi daerah percontohan Pilgub di Indonesia. Olehnya, mari kita semua, aparat PNS dan seluruh masyarakat se provinsi Gorontalo, untuk bersama-sama mensukseskannya.” harap guru besar fakultas Hukum di sejumlah perguruan tinggi di Indonesia ini.

IKON BAHAGIA

Hal menarik pada Zudan, adalah semangatnya membangun provinsi Gorontalo, dengan ikon bahagia. Dimana, dalam apel perdana PNS di lingkungan Pemprov Gorontalo, Zudan mengharapkan agar slogan aparatur sipil negara, bukan sebatas pada integritas dan Kerja! Kerja! Kerja! saja. “Tapi, saya ingin menambahkan satu kata di belakangnya. Yakni, Kerja! Kerja! Kerja!, Bahagia. Dalam artian, PNS di provinsi Gorontalo bekerja dengan tetap semangat, dan meraih kebahagiaan. Yang kebahagiaan itu, saya harapkan, melebar dan turut dirasakan sampai ke seluruh masyarakat, hingga ke pelosok-pelosok daerah se provinsi Gorontalo,” tukas profesor muda ini.

PEDULI BANJIR 

Hal yang tidak kalah menarik diharapkan oleh Zudan, turut pada penanganan masalah banjir. “Saya sudah beberapa kali ke provinsi Gorontalo. Masyarakat Gorontalo itu, orang yang kekerabatan dan persaudaraannya begitu erat, satu sama lain. Tingkat sosialnya begitu tinggi. Olehnya, terkait penanganan banjir ini, saya harapan kepedulian semua pihak, untuk membantu dan mengatasi secara bersama-sama, dalam meringankan beban korban banjir,” pungkas pria asal Sleman Yogyakarta ini, dalam wawancara khusus dengan RADAR, kemarin. (rg-28)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.