Pasar Senggol Dibuka 50 Persen, Diawasi Ketat

GORONTALO RGOL.ID – Hasil rapat Forkopimda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah) Kota Gorontalo senin (18/4/22) sore, pelaksanaan pasar senggol ramadhan 1443 H tahun 2022 M tahun ini dapat dilaksanakan. Akan tetapi, dilaksanakan dengan diperketat pengawasan protokol kesehatan dan pengguna dibatasi minimal 50 persen dari tahun-tahun sebelumnya.

“Kami bersama Forkopimda sepakat pasar senggol dilaksanakan, dengan alasan untuk memulihkan ekonomi kita. Akan tetapi, dalam pelaksanaan pasar senggol di Kota Gorontalo tidak seperti pada tahun-tahun sebelumnya. Pemerintah menetapkan pembatasan jumlah pedagang minimal 50 persen dikarenakan masih dalam situasi pandemik, “ujar Walikota Gorontalo Marten A. Taha kepada awak media.

Selain itu juga kata Marten, pelaksanaan protokol kesehatan menjadi syarat mutlak selama kegiatan pasar senggol.

“Kami juga bersepakat akan membuka gerai pelaksanaan vaksinasi di pasar senggol. Misalnya kami temukan dua diantara tiga pengunjung belum vaksin, maka langsung diarahkan oleh petugas ke gerai vaksin, “jelas Marten.

Nantinya fungsi gerai ini lanjut Marten, sekaligus memjadi posko keamanan dan ketertiban, selama pasar senggol berlangsung.

“Pekan ini juga akan segera dibangun lapak – lapak pedagang. Pekerjaan akan diawali dengan pengukuran lapak pedagang. Dengan harapan, pedagang dan masyarakat pengunjung agar bisa bekerjasama dengan petugas dalam menaati aturan yang sudah diterapkan, “ucapnya.

Keputusan diiziinkannya pasar senggol tahun ini juga kata Marten, dengan melihat capaian percepatan vaksinasi di Kota Gorontalo yang sampai dengan saat menduduki peringkat teratas dari daerah lain. Bahkan pelaksanaan vaksinasi ini terus digencarkan pemerintah kota gorontalo bersama TNI/Polri sejak sebelum Bulan Ramadhan. Bahkan meskipun bulan ramadhan, gerai pelaksanaan vaksin tetap dibuka mulai tingkat kelurahan sampai dengan kecamatan, dan beberapa masjid di Kota Gorontalo.

“Alhamdulillah di Kota Gorontalo sejak satu ramadhan, pelaksanaan kegiatan amalia ramadhan dan hari-hari besar dan sampai pada Idul Fitri mulai dilonggarkan. kami akan membuka tempat pelaksanaan salat idul fitri di Kota Gorontalo baik di lapangan dan masjid. Dan pelaksanaan kegiatan ibadah ini, tetap menerapkan protokol kesehatan, dengan pengawasan dari Satgas yang kami bentuk untuk bertugas di masing-masing masjid atau lapangan, “tandasnya.(lev).


Jangan Lewatkan

Komentar